Friday, February 18, 2011

my first review

yeah,,this is my first review in this blog. Actually, i do really like watching movie n reading a book. so, lets start,guys....(to make it easier, i will change my language into bahasa >.<)v


The tooth fairy
 Tooth Fairy is a 2010 comedy film starring Dwayne Johnson as the title character, Stephen Merchant, Ashley Judd, and Julie Andrews. It was produced by Walden Media and released by 20th Century Fox on January 22, 2010. It was filmed in Vancouver, British Columbia.
Film yang berkisah tentang seorang tooth fairy yang ga pernah percaya akan mimpi hanya karena mimpinya telah patah karena suatu kejadian. Ia menjadi benci melihat orang lain memiliki mimpi, dan ia selalu mematahkan semangat mereka dalam bermimpi. Akibat ulahnya yang meresahkan bagi para peri di fairyland, akhirnya ia di hukum untuk menjadi the real tooth fairy yang bertugas mengumpulkan gigi  Anak2 yang ditaruh di bawah bantal.
Melihat ia mbalas dendam dengan tidak mempercayai mimpi dan berubah menjadi “d dreaming killer”bagi orang2 yang ada disekitarnya adalah hal yang mengerikan, n pastinya juga menyebalkan selama menonton film ini. Terlebih bagi mi pribadi yang orangnya rada2 sensi,,,hehhe, jadi gemas ngeliatnya.
Film ini tidak  hanya memiliki 1 klimaks saja,,,ketika ia berubah menjadi lebih baik dan mi ngerasa kita akan diberikan antiklimaks dengan segera, ternyata itu salah. Ia berubah menjadi ebih buruk lagi dan inilah yang merupakan puncak dari konflik cerita yang sebenarnya. N, here u r yang bikin ni film jadi terasa begitu real,,,,ga terlalu muluk2…Why? Coz begitulah hidup kita yang kita jalani,,pasti kita pernah meras dimana kita berada di kondisi yang the best,,namun pernah juga kita berada di situasi yang kita anggap the worst,,,kadang kita juga pernah merasa kalo iman kita pun naik turun porsinya,,dan begitulah yang digambarkan oleh film ini. all is possible in this world.
Pelajaran yang paling “ngena’ di film ini adalah kesetiaan n ketulusan dari para sahabat yang walau mimpinya sudah dihancurkan oleh si tokoh dengan kata2 yang sadis, namun ia tetap ada n mendampingi si tokoh tuk sekedar memberi semangat melalui senyum yang tulus ia berikan. Kesempatan kedua yang masih tetap diberikan oleh sang pelatih ,yang walau pun sedikit, masih tetap percaya pada kemampuan si tokoh tengah keterpurukannya.
the last,,,this film give us one statement: never stop to believe on your  dream.\(>.<)/